smp juara picture
Sekolah Unggulan Gratis Binaan Rumah Zakat
Kamis, 22 Oktober 2015
Berbagi Untuk Sesama Dengan Donor Darah Di SMP Juara Bandung
Hari Sabtu (17/10) kemarin, telah dilaksanakan kegiatan donor darah di SMP Juara Bandung. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara pihak PMI Kota Bandung dengan PMR Unit SMP Juara Bandung. Acara donor darah ini waktunya bersamaan dengan kegiatan Parenting School bagi orang tua siswa SMP Juara Bandung, oleh karenanya sebagian besar peserta donor darah adalah orang tua siswa SMP Juara Bandung.
Bu Malahayati yang merupakan Learning Suport Unit (LSU) dan juga pembina PMR di Smp Juara Bandung mengatakan bahwa donor darah kali ini merupakan kegiatan kedua kalinya. Beliau mengharapkan dengan kegiatan donor darah ini akan semakin menumbuhkan rasa solidaritas dan kemanusiaan dalam diri semua unsur di SMP Juara Bandung. Dan juga akan mengupayakan agar kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan.
Dari pihak PMI Kota Bandung pun memeberikan apresiasinya kepada SMP Juara khususnya kepada Unit PMR yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Karena kebutuhan darah sangat banyak, sedangkan persediaan darah di unit tranfusi darah PMI Kota Bandung sering kekurangan. Pada kegiatan ini terkumpul sekitar 16 labu darah, yang selanjutnya diserahkan kepada unit transfusi darah PMI Kota Bandung.
Rabu, 22 April 2015
Cooking Class, membangun Enterpreneurship dan Keterampilan Masa Depan
Cooking
Class ini bermula dari keprihatinan salah satu orangtua siswa terhadap
makanan-makanan instant yang mengandung banyak pengawet. Juga lemahnya skill
anak zaman sekarang dalam memasak. Maka diadakanlah cooking class untuk
mengenalkan alternative makanan sehat dan lezat. Adalah bu Melly Hikmalia salah
satu orangtua siswa yang menjadi contributor acara cooking class biasanya
selalu membuatkan bekal untuk anaknya yang juga disukai oleh teman-temannya.
Homemade
chicken nugget ini terbuat dari bahan-bahan yang semuanya alami. Seperti, ayam
fillet, bawang Bombay, bawang putih, telor, tepung panir, garam, gula, merica,
pala. Cara membuatnya juga amat mudah dan praktis, dan sangat bisa dipraktekkan
siswa di rumahnya masing-masing. Sehingga mereka bisa belajar mandiri dan tidak
melulu bergantung pada ibunya.
“Setiap remaja putri pada akhirnya akan menjadi ibu pada akhirnya. Alangkah bahagianya suami mereka nanti, jika istrinya pintar masak,” ungkap bu Melly yang disambut senyum-senyum simpul para akhwat dan ikhwan yang tertawa lepas. Ooo, ternyata menjadi ibu juga bisa disiapkan dari masa SMP ya. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk para siswa dan kebaikan senantiasa berlimpah untuk narasumber.
Penulis : Malahayati, S.Psi (Learning Support Unit SMP Juara Bandung)
Selasa, 10 Maret 2015
mastatho'tum!!!...yes, we proud of ourselves...
Pernah dengar kata "mastatho'tum"?...di SMP Juara Bandung, mastatho'tum sangat terkenal, sebuah kata motivasi bagi kami yang secara harfiah artinya adalah "semampumu". Maknanya kurang lebih berusaha sampai titik batas kemampuan kita. Tidak akan ada penyesalan ataupun rasa sakit hati ketika apa yang kita harapkan belum bisa didapatkan, karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin, In Sya Allah.
Kata "mastatho'tum" pula yang menyertai Tim SMP Juara Bandung dalam sejumlah perlombaan se- Kota Bandung di SMA BPI 1 Jl. Burangrang. Pada Sabtu, tanggal 7 Maret 2015 SMA BPI 1 mengadakan sejumlah perlombaan dalam rangka memperingati Ulang Tahun MEDCOM yang ke-9. Dari 5 mata lomba yang ada, SMP Juara Bandung mengikuti 4 mata lomba. Diantaranya 2 Tim Mading dari Klub Junsa, Ardhini Mardhiyah yang mengikuti lomba Speech Contest, Nasywa Hanifa yang mengikuti lomba Fotografi, dan Nurshabrina yang mengikuti lomba Melukis Batik. Berikut beberapa foto lombanya:
Alhamdulillah, Allah memberikan rizkinya pada kami. Beberapa diantaranya memperoleh juara. Mereka adalah:
Ardhini Mardhiyah sebagai Juara Ketiga Lomba Speech Contest Nasywa Hanifa sebagai Juara Ketiga Lomba Fotografi
Nurshabrina sebagai Juara Ketiga Lomba Melukis Batik
Mading Tim A (Dinda, Salwa, Sopi, Nurfadillah, dan Ayu) sebagai Juara Harapan Tiga Lomba Membuat Mading
Walaupun hanya dengan crayon dengan merk yang biasa dan hanya 24 warna, walaupun dengan kamera DSLR pinjaman, keterbatasan seperti itu tidak akan membatasi semangat dan kesungguhan kami. Meskipun ada satu Tim Mading yang tidak memperoleh juara, kami tetap bangga, tak ada penyesalan, karena kami sudah mastatho'tum... In Sya Allah. Semoga kami tidak terpuaskan, semakin kreatif dan semakin bersemangat untuk memberikan yang lebih lagi dari yang sudah diperoleh. aamiin.
![]() |
| Tim A Mading |
![]() |
| Nurshabrina |
![]() |
| Ardhini (baju hijau) |
![]() |
| Nasywa |
![]() |
| Karya Mading 3 Dimensi Tim B |
![]() |
| Karya Mading Tim A |
Senin, 23 Februari 2015
PERPUSTAKAAN SMP JUARA BANDUNG
Buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku pengetahuan akan bertambah. menyadari pentingnya membaca, maka SMP Juara Bandung berusaha menghadirkan buku-buku berkualitas di perpustakaannya. Setelah beberapa waktu perpustakaan menempati ruangan yang kurang representatif, Alhamdulillah kini sudah menempati tempat yang lebih nyaman untuk digunakan.
Beberapa kegiatan untuk menyemarakkan perpustakaan sudah mulai dilaksanakan, seperti pelajaran yang memang berkaitan dengan membaca kini sudah mulai menggunakan buku-buku yang terdapat di perpustakaan. Begitu juga anak - anak yang senang membaca kini bisa memanfatkan waktunya dengan meminjam atau membaca buku di ruang perpustakaan.
Mudah - mudahan koleksi buku dan kegiatan Perpustakaan SMP Juara Bandung makin bertambah, sehingga kebermanfaatannya semakin bisa dirasakan oleh seluruh unsur, baik siswa, guru dll.
Berjumpa Denganmu, Miss Salehaa Imam, di Hari Bahasa Ibu Internasional
Tak biasanya di hari Senin kemarin (23/2), seluruh civitas SMP Juara Bandung lebih heboh dan sibuk dari biasanya. Bahkan sejak hampir seminggu sebelumnya, sebagian sudah mempersiapkan sebuah persembahan terbaik. Ada apakah gerangan...?
Ya, hari itu SMP Juara Bandung kedatangan Relawan Inspirasi, namun berbeda dari dari yang sebelumnya, kali ini yang jadi tamu adalah seorang muslimah dari Australia. Dan tepat pada hari itu pula kami memperigati hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari. Otomatis dong, jadilah hari itu hari yang luar biasa.
Ada market day dengan jajanan khas Sunda, ada, penampilan kawih, penampilan Arumba feat karinding, pergaan kaulinan Sunda, bahkan untuk pertama kalinya Hadian sebagai ketua Atikan Sunda yang baru pun turut speach, yang menyampaikan tentang peringatan hari tersebut.
Penyambutan Miss Salehaa, diawali dengan pemberian karembong sebagai pakaian khas etnik Sunda. Dilanjutkan dengan berkeliling di market day, melihat dan mencicipi jajanan khas Sunda. Memang agak asing bagi Miss Salehaa.. namun ia tetap mau mencoba tahu Sumedang ;)
Di sesi kelas, Miss Salehaa masuk ke kelas VII Al Gharizm. Ia memberikan bekal ilmu tentang gambar animasi... baguus sekali gambarnya. Anak-anak sangat terlihat antusias.
Terakhir sebagai penutupan, anak-anak ekskul arumba mempersembahkan penampilan arumba, yang diawali dengan penampilan Acih yang membawakan kawih berjudul Tanah Sunda dengan apik. Miss Salehaa pun diberi cinderamata Karinding. Sebagai closing steatment, Miss Salehaa menyampaikan bahwa, ia sangat berkesan berkunjung ke SMP Juara Bandung. "I'll back to SMP Juara Bandung, in sha Allah". Begitu ujranya. Semoga ketemu lagi ya miss... walaupun setelah melepas kepergian Miss Salehaa, ternyata ada satu hal yang baru kami ingat, kami, khususnya guru-guru lupa tidak foto bersama miss... hilang deh kesempatan narsisnya.. ;)
Jumat, 26 Desember 2014
Olimpiade Juara 2014 ajang siswa berprestasi
Seringkali kita menyaksikan sebuah pertunjukkan besar yang begitu sukses, sehingga para penonton yang hadir semua merasakan kesenangan dan kegembiraan yang mereka harapkan. Apakah itu sebuah konser musik, sebuah pertunjukkan atraksi, sebuah seminar atau sebuah pelatihan. Keberhasilan acara tersebut membuat, tak jarang para penonton atau pesertanya merasa sangat puas walau harus membayar dengan harga yang mahal.
Namun dibalik suksesnya suatu acara, ada kesuksesan dan keberhasilan para penyelenggaranya. Mereka sukses merancang sebuah acara atau kegiatan dengan baik, melakukan persiapan dengan sempurna secara bekerjasama. Tenaga, pikiran dan dana mereka korbankan demi suksesnya acara atau kegiatan yang akan mereka laksanakan. Suka dan duka mereka terima dalam proses persiapan dan penyelenggaraan acara tersebut. Namun semua pengorbanan dan rasa duka serta kecewa itu musnah seperti tidak pernah ada, ketika mereka mendapati bahwa acara mereka berhasil dengan sangat baik.
Gambaran itu saya dapatkan dalam kegiatan Class Meeting di SMP Juara Bandung yang diberi nama Olimpiade Juara 2014. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh sekolah pada waktu senggang antara pelaksanaan UAS semester 1 dan pembagian Rapor. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meredakan ketagangan setelah mengikuti Ulangan Akhir Semester 1 dan dalam rangka memberikan kesempatan kepada siswa untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan potensinya.
Olimpiade Juara 2014 dirancang dan diselenggarakan sepenuhnya oleh pengurus OSIS, sementara hanya beberapa guru saja yang membantu baik sebagai pengawas seluruh acara atau sebagai juri perlombaan. Hal ini juga dimaksudkan agar para guru memiliki cukup waktu untuk pengolahan nilai dan penyusunan rapor siswa.
Satu buan sebelum kegiatan para pengurus OSIS sudah mulai merancang kegiatan Olimpiade Juara 2014 ini. Tidak tanggung-tanggung, mereka sampai harus melakukan MABIT (bermalam di sekolah) untuk menyusun kegiatan Olimpiade ini. Disamping mereka bisa memiliki waktu yang cukup untuk berdiskusi menyusun kegiatan, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesolidan para pengurus OSIS. Karena selain berdiskudi/bermusyawarah tentang kegiatan Olimpiade, mereka juga bisa sholat tahajud bersama di mesjid sekolah.
Begitu pula, pada saat akan pembukaan acara Olimpiade Juara 2014 yang akan dilakukan pada hari Jum'at 19 Desember 2014, panitia kembali melakukan MABIT untuk mempersiapkan setting tampilan acara pembukaan. Mereka menginap disekolah untuk persiapan acara pada hari Kamis (18/12) padahal di daerah Bandung Timur (tepatnya Gedebage) sedang terjadi hujan lebat disertai angin puting beliung. Tapi para panitia ini asyik saja melakukan persiapan di sekolah, mungkin karena tidak tahu juga apa yang sedang terjadi di Gedebage.
Akhirnya kegiatan pembukaan Olimpiade Juara 2014 pun dimulai. Pada hari Jum'at pagi, setelah semua siswa hadir disekolah, para siswa dibimbing panitia diajak untuk melakukan Jalan Sehat di sekitar lingkungan sekolah. Biasanya Jum'at pagi di sekolah diselenggarakan senam. Setelah para siswa sampai kembali di sekolah, mereka langsung disambut dua orang MC, Andry (kls 8) dan Hana (kls 8) yang membuka acara Pembukaan Olimpiade Juara 2014. Acara pembukaan ini berlangsung meriah walau cukup sederhana, dihadiri oleh para siswa dan disaksikan para guru. Seremonial pembukaan, ditandai dengan menabuh bedug yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Ketua Panitia serta dilanjutkan dengan turunnya banyak balon dan potongan kerta warna-warni serta turunnya baligo besar kegiatan Olimpiade Juara. Suasana tambah meriah karena diikuti oleh suara terompet yang sahut menyahut.
Begitulah acara pembukaan yang meriah tersebut dilakukan. Selanjutnya berbagai jenis Lomba pun dilaksanakan seperti Lomba Futsal, Lomba Bola Tangan, Lomba Catur, Lomba Vocal Grup, Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Tahfizh dan Lomba Stand Up Comedy. Kegiatan ditutp pada hari Rabu, tanggal 24 Desember 2014 dengan pembagian hadiah bagi para pemenang. Semua siswa merasa senang dan terhibur dengan acara ini. Para siswapun bisa meraih prestasi sesuai dengan bakat dan potensi mereka.
Namun yang juga sama suksesnya adalah para panitia yang juga para pengurus OSIS, mereka telah sukses merancang, menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Juara 2014, mereka telah sukses melakukan kerja tim, mereka telah sukses memerankan diri sebagai pemimpin dan yang memimpin. Semoga pengalaman ini menjadi pemacu untuk meraih kesuksesan dimasa yang akan datang. Semoga pengalaman ini menjagi guru yang berharga untuk menjadi para Juara Sejati.
Senin, 24 November 2014
Siswa Juara memang Para Juara
Dibulan Nopember ini, sebagian siswa diminta mewakili sekolah untuk mengikuti beberapa perlombaan di SMP-SMA SAINS AL BIRUNI Badndung. Ada banyak perlombaan yang diselenggarakan setiap tahun di Al Biruni. Sekolah Kami sudah pernah mengikuti kegiatan ini pada tahun sebelumnya.
Tapi ada yang menarik pada pelaksanaan LOSANIARA (nama kegiatan lomba ini) tahun ini, yaitu ada Lomba Senam dan Lomba Rancang Bangun Jembatan dari bahan sedotan.
Para guru mempersiapkan beberapa siswa yang bisa mengikuti beberapa Lomba yang diselenggarakan. Kami mendaftarkan siswa untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat, Lomba Tahfizh, Lomba Nasyid dan tentau saja Lomba Senam juga Lomba Rancang Bangun Jembatan.
Sekitar 1 atau 2 minggu para siswa pun disiapkan, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Tahfizh dan Lomba Nasyid yang sudah pernah diikuti pada tahun sebelumnya, tentu dengan lebih mudah mempersiapkannya. Walaupun persiapannya juga lumayan menyita waktu dan tenaga.
Para Munsyid (maksudnya calon peserta lomba Nasyid) berlatih bisa sampai sore hari setiap harinya, dibimbing Bu Nunung yang setia. Oh ya, mereka tergabung dalam Klub Jucos (Juara Acoustiq) SMP Juara dan Bu Nunung itu adalah pembimbingnya. Usaha mereka untuk persiapan lomba ini, terhitung luar biasa. Karena diantara personilnya sampai ada yang harus pulang larut malam karena pulang terlalu sore. Semoga ibu dan bapaknya, tidak marah ya....
Yang menariknya juga, pada formasi Tim Jucos tahun ini ada wajah-wajah baru yaitu para siswa kelas 7. Wow, luar biasanya walaupun mereka baru bergabung namun dapat mengikuti Kakak-kakaknya untuk bisa menampilkan penampilan yang indah.
Di lomba rancang bangun jembatan, SMP Juara mengirimkan 2 tim yaitu tim kelas 7 dan tim gabungan kelas 8 dan 9. Mereka semua berlatih, bekerjasama, membuat rancangan jembatan yang terbaik sesuai petunjuk lomba dibimbing Pa Tarudin guru Prakarya Kami yang Kreatif.
Lain lagi di Lomba Senam, ada 10 siswa yang didaulat oleh sekolah untuk mewakili sekolah dalam lomba. Ke 10 siswa ini dipilih melalui seleksi pada saat para siswa dan guru melakukan senam Jum'at pagi. Senam Jum'at pagi adalah program pembiasaan di SMP Juara yang sudah dimulai semenjak SMP Juara berdiri. Setiap hari Jum'at pagi, siswa dan guru melakukan senam Nusantara. Gerakan senam yang dipadukan dalam musik-musik nusantara.

Mereka yang terpilih mewakili sekolah dalam lomba senam ini, berlatih bersama Pa Agung guru SMP Juara yang serba bisa. Mereka berlatih dengan melakukan modifikasi terhadap gerakan senam dari gerakan senam nusantara yang biasa digunakan di sekolah. Musiknya pun dimodifikasi oleh Pa Agung agar waktunya sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan Panitia. Semua berlatih secara sungguh-sungguh sampai hari-hari terakhir. Bahkan ketika disekolah hujan, mereka tetap berlatih di ruangan.
Akhirnya Waktu Lomba pun dilaksanakan mulai tanggal 13 Nopember sampai tanggal 16 Nopember. Semua siswa mengikuti lomba dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan usaha terbaik mereka. Walaupun pengumuman pemenang belum disampaikan sampai semua lomba selesai, namun semua siswa Juara memang Juara.
Alhamdulillah, dari Lomba Tahfizh, Ananda Zaky mendapat Juara 3 sementara dari Lomba Rancang Bangun berhasil menjadi Juara 2 dan 3 dan dari Lomba Senam meraih Juara Pertama. Luar biasa, semoga pengalaman ini menjadi pengalaman yang berharga untuk terus berusaha dan terus menunjukkan usaha terbaik.
Tapi ada yang menarik pada pelaksanaan LOSANIARA (nama kegiatan lomba ini) tahun ini, yaitu ada Lomba Senam dan Lomba Rancang Bangun Jembatan dari bahan sedotan.
Para guru mempersiapkan beberapa siswa yang bisa mengikuti beberapa Lomba yang diselenggarakan. Kami mendaftarkan siswa untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat, Lomba Tahfizh, Lomba Nasyid dan tentau saja Lomba Senam juga Lomba Rancang Bangun Jembatan.
Sekitar 1 atau 2 minggu para siswa pun disiapkan, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Tahfizh dan Lomba Nasyid yang sudah pernah diikuti pada tahun sebelumnya, tentu dengan lebih mudah mempersiapkannya. Walaupun persiapannya juga lumayan menyita waktu dan tenaga.
Yang menariknya juga, pada formasi Tim Jucos tahun ini ada wajah-wajah baru yaitu para siswa kelas 7. Wow, luar biasanya walaupun mereka baru bergabung namun dapat mengikuti Kakak-kakaknya untuk bisa menampilkan penampilan yang indah.
Di lomba rancang bangun jembatan, SMP Juara mengirimkan 2 tim yaitu tim kelas 7 dan tim gabungan kelas 8 dan 9. Mereka semua berlatih, bekerjasama, membuat rancangan jembatan yang terbaik sesuai petunjuk lomba dibimbing Pa Tarudin guru Prakarya Kami yang Kreatif.
Lain lagi di Lomba Senam, ada 10 siswa yang didaulat oleh sekolah untuk mewakili sekolah dalam lomba. Ke 10 siswa ini dipilih melalui seleksi pada saat para siswa dan guru melakukan senam Jum'at pagi. Senam Jum'at pagi adalah program pembiasaan di SMP Juara yang sudah dimulai semenjak SMP Juara berdiri. Setiap hari Jum'at pagi, siswa dan guru melakukan senam Nusantara. Gerakan senam yang dipadukan dalam musik-musik nusantara.

Mereka yang terpilih mewakili sekolah dalam lomba senam ini, berlatih bersama Pa Agung guru SMP Juara yang serba bisa. Mereka berlatih dengan melakukan modifikasi terhadap gerakan senam dari gerakan senam nusantara yang biasa digunakan di sekolah. Musiknya pun dimodifikasi oleh Pa Agung agar waktunya sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan Panitia. Semua berlatih secara sungguh-sungguh sampai hari-hari terakhir. Bahkan ketika disekolah hujan, mereka tetap berlatih di ruangan.
Akhirnya Waktu Lomba pun dilaksanakan mulai tanggal 13 Nopember sampai tanggal 16 Nopember. Semua siswa mengikuti lomba dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan usaha terbaik mereka. Walaupun pengumuman pemenang belum disampaikan sampai semua lomba selesai, namun semua siswa Juara memang Juara.
Alhamdulillah, dari Lomba Tahfizh, Ananda Zaky mendapat Juara 3 sementara dari Lomba Rancang Bangun berhasil menjadi Juara 2 dan 3 dan dari Lomba Senam meraih Juara Pertama. Luar biasa, semoga pengalaman ini menjadi pengalaman yang berharga untuk terus berusaha dan terus menunjukkan usaha terbaik.
Langganan:
Postingan (Atom)













